Mempercantik penampilan merupakan hal yang paling menyenangkan bagi seorang wanita, termasuk wanita hamil.  Mulai dari perawatan wajah, perawatan tubuh dan juga perawatan kuku.

Bagi seorang wanita, mempercantik kuku dapat membuat kuku terlihat lebih cantik, lentik dan terlihat feminim. Nail art membuat kuku memiliki daya tariknya tersendiri.

BACA JUGA : Rekomendasi Nail Art di BSD Tanggerang : Hasil Rapi dan Murah

Namun, dalam proses nail art menggunakan beberapa bahan kimia yang sensitif digunakan oleh beberapa orang dalam kondisi tertentu, salah satunya wanita hamil.

Lalu, apakah wanita hamil boleh menggunakan nail art? simak penjelasan berikut :

Menurut jurnal kesehatan Poison.org menyatakan tidak ada bukti secara khusus yang mengatakan kalau nail polish/nail art sesekali dapat berbahaya bagi ibu dan janin, dengan catatan dilakukan dalam jumlah yang kecil.

Dengan begitu, dapat ditarik kesimpulan bahwa nail art untuk ibu hamil masih dapat di kategorikan aman, jika digunakan dalam jumlah yang kecil dan frekuensi yang tidak sering.

Namun, pada beberapa kasus tertentu, nail art tidak diperbolehkan pada ibu hamil seperti :

1. Ibu Hamil Dalam Kondisi Alergi Kulit

Dalam kondisi seperti ini, dokter obgyn sangat melarang penggunaan nail art, untuk menghindari terjadinya alergi yang dapat membahayakan janin.

Biasanya yang dapat menyebabkan alergi pada nail art yaitu sinar UV, gel polish 

2. Kehamilan Dengan Resiko Tinggi

Pada ibu hamil dengan kondisi, Hiperemesis gravidarum, preeklamsia, eklamsia, lupus, alergi dengan sensitivitas tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, ibu hamil sangat dianjurkan mengurangi paparan bahan kimia yang terkandung dalam gel polish nail art

Berikut penjelasan kandungan berbahaya pada nail art bagi ibu hamil seperti :

1. Formaldehyde

Bahan ini jika terkena dalam jumlah banyak dapat menyebabkan mual muntah, pusing, alergi.

Selain itu kandungan ini berbau menyengat pada gel polish sehingga menyebabkan terpapar zat karsinogen/beracun.

2. Tolune

Kandungan ini yang membuat nail art menjadi licin dan berkilau, namun bagi beberapa kondisi yang rentan, ibu hamil sangat diawasi.

Karena, dapat menyebabkan pusing, mual dan sakit kepala.

3. Acetone

Cairan ini berfungsi untuk menghapus nail art dan juga dapat memicu mual dan muntah pada ibu hamil karena acetone memiliki bau yang menyengat.

4. Xylene

Kandungan ini dapat menyebabkan gangguan syaraf dan iritasi pada kulit yang menyebabkan kemerahan.

Pada kondisi tertentu seperti ibu hamil dengan hipersensitivitas tidak dianjurkan terpapar bahan kimia ini.

Lalu, ini dia saran untuk ibu hamil yang ingin melakukan treatment nail art :

1. Lakukan konsultasi dengan Obgyn

Penting sekali untuk melakukan konsul dengan obgyn, karena untuk memeriksa kondisi kehamilan kamu.

2. Hindari penggunaan nail art pada trimester pertama

Alasannya, pada trimester pertama, kondisi kandungan masih rentan dan butuh perawatan yang baik.

Menghindari paparan bahan kimia dapat membantu mencegah terjadinya alergi.

3. Pastikan produk gel polish aman

Kamu bisa tanyakan pada beauty therapist di salon langganan kamu, apakah produknya aman untuk ibu hamil dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Nah, itu dia beberapa tips yang harus kamu ketahui. So, pastikan juga salon nail art memiliki standart kebersihan yang baik ya!